the.Wall
the.ME
- Ipeypeytsu//tsui-chan
- Jakarta, bandung, DkI Jakarta, jawa barat, Indonesia
- "I AM ME. It is ME and me. Not everyone, not everything. It's my trueself. It is about myself..." グリーティング、およびのは友達になりましょう
the.Type
the.Archive
Tuesday, 3 November 2015
Softskill : Artikel Sumber Daya Manusia
Wirausaha : Perencanaan dan
Perekrutan Tenaga Kerja
Oleh Afifah Nurzahrah (50412307)
Wirausaha adalah dimana orang yang
siap mengambil resiko dengan jalan membeli barang saat ini kemudian menjualnya
kembali dengan harga yang tidak sama pada saat membeli barang pada awal
membeli. Kita sebagai sang pemilik usaha harus mampu merencanakan bagaimana
cara untuk merekrut tenaga kerja yang sesuai untuk wirausaha yang sedang kita
jalankan. Selain itu, kita juga harus membuat perencanaan bagaimana wirausaha
yang kita bangun tersebut dapat berjalan dengan baik.
Dalam wirausaha hal terpenting
adalah karyawan. Karyawan sebagai sumber daya manusia merupakan aset yang
paling penting bagi perusahaan. Mendapatkan karyawan yang sesuai dengan
kriteria yang diharapkan merupakan kunci utama bagi kesuksesan bisnis
perusahaan. Manajemen Perekrutan (Recruitment
management) adalah salah satu proses dalam Administrasi Personalia (Personnel Administration) pada
departemen Human Resource Development
(HRD) yang mendukung para pengambil keputusan dalam menentukan sumber daya
manusia yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Oleh sebab itu,
sistem Manajemen Perekrutan tenaga kerja untuk sebuah perusahaan ini diharapkan
mampu memberikan hal-hal sebagai berikut:
- Merekrut karyawan berdasarkan permintaan dari departemen yang membutuhkan. Hal tersebut menjadi penting karena menghindarkan pemborosan suatu perusahaan.
- Meningkatkan jumlah pelamar yang tersedia bagi kebutuhan proses perekrutan karyawan melalui kemampuan pencarian data yang baik. Tak kalah pentingnya, agar suatu wirausaha dapat memilih karyawan yang sesuai dengan kemauan dan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.
- Mendefinisikan prosedur perekrutan yang mampu memberikan informasi mengenai pelamar yang memiliki kualifikasi dan kemampuan sesuai dengan kriteria yang diinginkan perusahaan. Kriteria ini hampir sama dengan kriteria sebelumnya, yaitu mendapatkan karyawan yang berkualitas.
- Menyimpan dan menangani data pelamar yang tidak sesuai untuk suatu lowongan pekerjaan pada saat tertentu, namun memungkinkan untuk ditempatkan pada lowongan pekerjaan lainnya di masa yang akan datang. Diharapkan calon karyawan, mempunyai keahlian ganda. Tidak hanya di satu bidang saja.
- Dapat mengetahui jangka waktu kontrak kerja karyawan subkontrak maupun karyawan percobaan. Hal ini sangat penting, karena sebelum menjadi karyawan tetap, maka wirausaha harus memberikan pelatihan-pelatihan khusus, agar nantinya tidak merugikan perusahaan.
Untuk
menjalankan sistem yang di atas, diperlukan proses perekrutan tenaga kerja yang
sesuai dengan standarnya. Proses-proses yang terdapat di sistem Manajemen
Perekrutan mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja hingga penerimaan karyawan
baru adalah sebagai berikut:
- Proses bisnis Manajemen Perekrutan menjelaskan mengenai proses pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja (man power planning), pendataan dan penyeleksian pelamar hingga penempatan kandidat tersebut ke unit yang membutuhkan.
- Pendataan pelamar meliputi data pelamar, data aplikasi (application data), data tambahan data (pendidikan, riwayat pekerjaan, kualifikasi, dan lain-lain) hingga penilaian (appraisal) pelamar.
- Proses-proses dalam recruitment management terdiri atas:
·
Perencanaan kebutuhan tenaga kerja untuk
suatu periode tertentu
·
Pembuatan lowongan kerja.
·
Seleksi pelamar eksternal.
·
Perpanjangan kontrak karyawan subkontrak
dan karyawan percobaan.
·
Seleksi pelamar internal.
Setelah dijelaskan
diatas, maka gambaran umumnya sebagai berikut:
- Vacancy atau lowongan kerja adalah suatu posisi yang lowong di suatu perusahaan yang membutuhkan untuk segera diisi dalam batas waktu yang telah ditentukan.
- Advertisement merupakan media untuk mempublikasikan vacancy.
- Initial Data Entry merupakan sistem pendataan pelamar. Secara garis besar, data yang dimasukkan dalam Initial Data Entry ini terdiri atas; Personal Data, Addresses, Additional Data (Background Educations, Training & Courses, Qualifications, Work Experiences, References, Contract Elements, Strength & Challenges), dan Application Data.
- Applicant pool merupakan bank data pelamar di suatu perusahaan. Bank data ini menjadi sarana untuk mencari dan menyeleksi kandidat-kandidat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
- Seorang pelamar dapat di-assign ke satu atau lebih vacancy, namun dalam satu tahapan seleksi hanya satu applicant vacancy assignment yang akan diproses. Status pelamar untuk vacancy assignment ini disebut sebagai Vacancy Assignment Status (VAS), sedangkan status applicant untuk keseluruhan vacancy disebut sebagai Overall Status (OS). Perubahan pada vacancy assignment status akan diikuti oleh perubahan yang sama pada overall status-nya, namun tidak untuk sebaliknya.
- Status pelamar selama menjalani proses perekrutan dapat terdiri atas; hold, in process, rejected, offered contract, hired, dan transferred. Hold menunjukkan status pelamar yang ditangguhkan untuk sementara waktu sampai ada vacancy yang sesuai dengan kriteria yang dimiliki, in process untuk menunjukkan keikutsertaan pelamar dalam tahapan seleksi/test, rejected untuk menunjukkan penolakan pelamar atau offered contract jika sebaliknya, kemudian hired untuk menandai bahwa pelamar tersebut telah diterima menjadi karyawan dan transferred yang menunjukkan bahwa data pelamar sudah ditransfer ke master data karyawan dan pelamar sudah mendapatkan nomor induk karyawan (NIK)
Salah satu contoh yang menerapkan
sistem di atas adalah perusahaan Unilever. Di dalam Unilrver, kegiatan
manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan dan
pemeliharaan sumber daya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan
lancar perlu disiapkan sistem yang handal. Tahap pengadaan mencakup perencanaan
SDM, rekrutmen, seleksi dan orientasi. Tahap penggunaan perlu memperhatikan
kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa yang menjadi tugas serta tanggung
jawabnya. Juga perlu diperhatikan hal-hal mengenai kesempatan memperoleh
pelatihan dan pendidikan, supervisi, penilaian kinerja, imbalan serta jaminan
perlindungan dan kesehatan kerja. Terakhir, pada tahapan pemeliharaan sumber
daya manusia tujuannya adalah bagaimana agar karyawan merasa puas bekerja.
Salah satu kekuatan Unilever ada
pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara rutin merekrut lulusan baru
dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan sistem produksi,
pemasaran dan keuangan selama tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi
ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran,
penelitian dan pengembangan. Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever
secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak
langsung. Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika
diansumsikan satu orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan
menanggung nasib sekitar 100.000 orang.
Pertumbuhan merupakan topik yang
umum dibicarakan dan menjadi perhatian utama di Unilever Indonesia. Pandangan
terhadap karyawan terwujud dalam visi kami: ‘mengembangkan Sumber Daya Manusia
untuk pertumbuhan’. Agar perusahaan dapat terus tumbuh, karyawan pun perlu
terus dibina dan dikembangkan secara berkesinambungan. Harus diupayakan
terciptanya sinergi antara strategi perusahaan dan perkembangan karyawan. Agar
dapat mencapai hasil terbaik, strategi yang digunakan berdasarkan pada dinamika
antara organisasi dan manusianya. Energi inilah yang membangkitkan keunggulan Unilever
dalam menghadapi persaingan.
Sumber :
http://rachayumeilia.blogspot.co.id/2014/10/sumber-daya-manusia-sdm-mengenai_19.html
https://wantosvofckhe.wordpress.com/implementasi-rencana-starategi-pt-unilever-indonesia/
http://www.organisasi.org/1970/01/makalah-tentang-perekrutan-tenaga-kerja-dasar-dasar-bisnis-oleh-farchan-ipb.html
Subscribe to:
Post Comments
(Atom)



0 comments:
Post a Comment